Codeman



About My Hero:

"Anak 1: Pahlawanku sungguh bersayap, ia terbang dari langit yang tinggi kemudian menginjakkan kakinya dibumi, membasmi musuh-musuh yang ingin menguasai dunia dan berambisi melenyapkan umat manusia. Ia adalah superman, dan siapakah yang lebih hebat darinya?

Anak 2: Pahlawanku tidak memerlukan sayap untuk melompat bebas setinggi-tingginya di udara. Ia memiliki senjata ampuh, berupa jaring-jaring mematikan yang dengan sekilas keluar dari ujung-ujung jarinya, dan dalam sekejap dapat melumpuhkan musuh dan membuat mereka tak berdaya. Ia adalah spiderman, dan siapakah yang lebih hebat darinya?

Anak 3: Pahlawanku memang tidak bersayap seperti Superman, namun ketika ia berada diketinggian, ia bersayap pengetahuan yang dapat membawa mereka terbang bebas menjelajahi dunia cyber demi menemukan musuh-musuh umat manusia, bahkan yang bersembunyi dibalik konspirasi sekalipun. Jari-jarinya pun tak mungkin mengeluarkan jaring-jaring mematikan seperti Spiderman, namun ketika mereka berada diketinggian, jari-jari tersebut sangat terampil, bergerak lincah memberikan perintah kepada benda supermaya demi memberikan kedamaian dimuka bumi. Mereka berada diketinggian ketika mereka sudah mampu mengendalikan ego, memahami etika dan memiliki sense of humanity yang tinggi.

Anak 1 dan2: Siapakah pahlawanmu?

Anak 3: Codeman"

Blog

Tampilkan postingan dengan label VLSM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VLSM. Tampilkan semua postingan

Tes Awal VLSM


Diketahui :
 *Sebuah Gedung 5 lantai
 *IP Lokal 200.0.1.0/24
 *IP Lokal 200.0.2.0/24
 *Kebutuhan perlantai :
 # 11 PC untuk Accountung Staff
 # 3 PC untuk Ruang Server
 # 7 PC untuk IT Staff
 # 28 PC untuk Operatinal Staff
 # 30 PC untuk CS Staff

 1. RANCANGLAH NETWORK SKEMANYA
 2. SUBNET SESUAI KEBUTUHAN
 TULISKAN SUBNET DALAM TABEL

Jawaban:

Karena setiap lantai terdapat 5 divisi maka setiap lantai menggunakan 5 router. Dan untuk menghubungi setiap lantai juga digunakan router sehingga network skemanya dapat digambarkan sebagai berikut:

Subnetting-nya sebagai berikut

a. Subnet pertama untuk Router pada Divisi
 Jumlah divisi = 5
 Jumlah lantai = 5
 Jumlah router per lantai = 5
 Subnet untuk Router per divisi = 5x (5x 3 Host + 5x (NID+BID))
Berarti 2n – 2 >= 125, n = 7, jumlah vlsm = 128
Network prefix = 32 – 7 = 25

IP router menjadi 200.0.1.0/25 – 200.0.1.127/25 dengan netmask 255.255.255.128
maka hasilnya jika 1 router memiliki 3 host + 1 NID + 1 BID = 5 host untuk router per divisi



selanjutnya, lakukan subnetting dari IP 200.0.1.128/25
 #Subnet untuk Router per lantai = 5×2 Host + 5x(NID + BID) = 20
 Berarti 2n – 2 >= 20, n = 5, jumlah vlsm = 32
 Net prefix = 32 – 5 = 27
 IP router menjadi 200.0.1.128/27 – 200.0.1.159/27 dengan netmask 255.255.255.224

hasilnya router 2 host + 1 NID + 1 BID = 4 host yang dibutuhkan untuk router per lantai.


untuk subnet per divisi per lantai dimana memiliki total 79 PC(79 host) + 5 router + 1 NID + 1 BID = 86 host, menggunakan IP 200.0.2.0/24
Maka menjadi :
 Berarti 2n – 2 >= 86, n = 7, jumlah vlsm = 128
 Net prefix = 32 – 5 = 27

IP router menjadi 200.0.2.0/25 – 200.0.2.127/25 dengan netmask 255.255.255.128

hasilnya 5 host + 1 NID + 1 BID = 7 host yang dibutuhkan untuk subnetting per divisi per lantai


selanjutnya, dari 5 IP host yang telah dilakukan subnet untuk masing-masing divisi.

- untuk divisi CS Staff : 30 PC ( 30 host) + NID + BID = 32, dengan IP awal 200.0.2.2/25(lt.1), 200.0.2.9/25(lt.2), 200.0.2.16/25(lt.3), 200.0.2.23/25(lt.4), dan 200.0.2.30/25(lt.5)
 maka 2n – 2 >= 32, n = 6, jumlah vlsm = 64, net prefix = 32 – 6 = 26

- untuk divisi Operational Staff : 28 PC ( 28 host) + NID + BID = 30, dengan IP awal 200.0.2.3/25(lt.1), 200.0.2.10/25(lt.2), 200.0.2.17/25(lt.3), 200.0.2.24/25(lt.4), dan 200.0.2.31/25(lt.5)
 maka 2n – 2 >= 30, n = 5, jumlah vlsm = 32, net prefix = 32 – 5 = 27

- untuk divisi Accounting Staff : 11 PC ( 11 host) + NID + BID = 13, dengan IP awal 200.0.2.4/25(lt.1), 200.0.2.11/25(lt.2), 200.0.2.18/25(lt.3), 200.0.2.25/25(lt.4), dan 200.0.2.32/25(lt.5)
 maka 2n – 2 >= 13, n = 4, jumlah vlsm = 16, net prefix = 32 – 4 = 28

- untuk divisi IT Staff : 7 PC ( 7 host) + NID + BID = 9, dengan IP awal 200.0.2.5/25(lt.1), 200.0.2.12/25(lt.2), 200.0.2.19/25(lt.3), 200.0.2.26/25(lt.4), dan 200.0.2.33/25(lt.5)
 maka 2n – 2 >= 7, n = 4, jumlah vlsm = 16, net prefix = 32 – 4 = 28

- untuk divisi Ruang Server : 3 PC ( 3 host) + NID + BID = 5, dengan IP awal 200.0.2.6/25(lt.1), 200.0.2.13/25(lt.2), 200.0.2.22/25(lt.3), 200.0.2.27/25(lt.4), dan 200.0.2.34/25(lt.5)
 maka 2n – 2 >= 5, n = 8, jumlah vlsm = 8, net prefix = 32 – 3 = 29

Tabel hasil :





Selengkapnya

Tes Akhir VLSM

SOAL :

Network address : 200.200.200.0/16

Ada 5 network yang dibuat yaitu :

Management
32 Host
HRD
16 Host
Administrasi
8 Host
IT
4 Host
Sales
16 Host
Jaringan yang dibuat menggunakan 3 Router yaitu Router0, Router1 dan router2. Dihubungkan masing-masing dengan menggunakan connection DCE (clock rate 9600).


Tentukan Subnetting IP ini menggunakan metode VLSM :



PENYELESAIAN:



Urutkan terlebih dahulu nama divisi dari jumlah host yang paling banyak hingga yang paling sedikit yaitu : Management (32 Host), HRD(16 Hosts), Sales(16 Hosts), Administrasi(8 Hosts), IT(4 Hosts).
Management
32 Host + 1 NID + 1 BID = 34 alamat.  Dalam biner ditulis :100010
Maka subnet mask yang dibutuhkan  adalah 6 bit. Sehingga dihasilkan subnet mask   = 11111111.11111111.11111111.11000000 =  255.255.255.192.
Network prefixnya adalah : /26
Network Address      : 200.200.200.0/26
Range                         : 200.200.200.0 – 200.200.200.62
Broadcast                   : 200.200.200.63
Subnet Mask              : 255.255.255.192

HRD
16 Host + 1 NID + 1 BID = 18 alamat.  Dalam biner ditulis : 10010
Maka subnet mask yang dibutuhkan  adalah 5 bit. Sehingga dihasilkan subnet mask   = 11111111.11111111.11111111.11100000 =  255.255.255.224.
Network prefixnya adalah : /27
Network Address      : 200.200.200.64/27
Range                         : 200.200.200.65 – 200.200.200.94
Broadcast                   : 200.200.200.95
Subnet Mask              : 255.255.255.224





Sales
16 Host + 1 NID + 1 BID = 18 alamat.  Dalam biner ditulis : 10010
Maka subnet mask yang dibutuhkan  adalah 5 bit. Sehingga dihasilkan subnet mask   = 11111111.11111111.11111111.11100000 =  255.255.255.224.
Network prefixnya adalah : /27
Network Address      : 200.200.200.96/27
Range                         : 200.200.200.97 – 200.200.200.126
Broadcast                   : 200.200.200.127
Subnet Mask              : 255.255.255.224

Administrasi
8Host + 1 NID + 1 BID = 10 alamat.  Dalam biner ditulis : 1010
Maka subnet mask yang dibutuhkan  adalah 4 bit. Sehingga dihasilkan subnet mask   = 11111111.11111111.11111111.11110000 =  255.255.255.240.
Network prefixnya adalah : /28
Network Address      : 200.200.200.128/28
Range                         : 200.200.200.129 – 200.200.200.142
Broadcast                   : 200.200.200.143
Subnet Mask              : 255.255.255.240

IT
4 Host + 1 NID + 1 BID = 6 alamat.  Dalam biner ditulis : 110
Maka subnet mask yang dibutuhkan  adalah 3 bit. Sehingga dihasilkan subnet mask   = 11111111.11111111.11111111.11111000 =  255.255.255. 248.
Network prefixnya adalah : /29
Network Address      : 200.200.200.144/29
Range                         : 200.200.200.145 – 200.200.200.150
Broadcast                   : 200.200.200.151
Subnet Mask              : 255.255.255.248




Berikut ini tabel yang terbentuk dari perhitungan di atas:
Nama           
Host
Network Address
Range
Broadcast
Subnet Mask
Management
32 Host
200.200.200.0/26
200.200.200.1 – 200.200.200.62
200.200.200.63
255.255.255.192
HRD
 16 Host
200.200.200.64/27
200.200.0.65 – 200.200.0.94
200.200.0.95
255.255.255.224
 Administrasi
 8 Host
200.200.200.128/28
200.200.0.129 – 200.200.0.142
200.200.0.143
255.255.255.240
 IT
 4 Host
200.200.200.144/29
200.200.0.145 – 200.200.0.150
200.200.0.151
255.255.255.248
 Sales
 16 Host
200.200.200.87/27
200.200.0.88 – 200.200.0.126
200.200.0.127
255.255.255.224



Selengkapnya

Comments